Senin, 23 Juli 2012

KESEMPATAN DALAM KEHIDUPAN



Di sebuah ladang yang subur, terdapat 2 buah bibit tanaman yang terhampar. Bibit yang pertama berkata, “Aku ingin tumbuh besar. Aku ingin menjejakkan akarku sangat dalam di tanah ini, dan menjulangkan tunas-tunasku di atas kerasnya tanah ini. Aku ingin membentangkan semua tunasku, untuk menyampaikan salam musim semi. Aku ingin merasakan kehangatan matahari, serta kelembutan embun pagi di pucuk-pucuk daunku.”
Dan bibit yang pertama inipun tumbuh, makin menjulang.
Bibit yang kedua bergumam. “Aku takut. Jika kutanamkan akarku ke dalam tanah ini, aku tak tahu, apa yang akan kutemui di bawah sana. Bukankah disana sangat gelap? Dan jika kuteroboskan tunasku keatas, bukankah nanti keindahan tunas-tunasku akan hilang? Tunasku ini pasti akan terkoyak. Apa yang akan terjadi jika tunasku terbuka, dan siput-siput mencoba untuk memakannya? Dan pasti, jika aku tumbuh dan

PERBUATAN BAIK TIDAK PERNAH SIA-SIA


Al kisah ada seorang dermawan yg berkeinginan untuk berbuat kebaikan.
Dia telah menyiapkan sejumlah uang yang akan dia berikan kepada beberapa orang yang ditemuinya.
Pada suatu kesempatan dia bertemu dengan seseorang maka langsung saja dia menyerahkan uang yang dimilikinya kepada orang tersebut. Pada keesokan harinya tersiar kabar bahwa ada seseorang yang telah memberikan sejumlah uang kepada seorang penjahat beringas. Mendengar kbr ini si dermawan hanya mengatakan” Ya Tuhan aku telah memberikan uang ke pada seorang penjahat”
Di lain waktu, dia kembali bertemu dengan seseorang, si dermawan pada hari itu juga telah berniat untuk melakukan kebaikan. Ia dengan segera memberikan sejumlah uang kepada orng tersebut. Keesokan harinya tersiar kabar bahwa ada seseorang yang telah memberikan uang kpd seorang koruptor. Mendapat kabar ini si dermawan hanya berkata “Ya Tuhan aku telah memberikan uang kepada koruptor”.
Si dermawan ini tidak berputus asa, ketika dia bertemu dengan seseorang dengan segera dia menyerahkan

MEJA KAYU



Suatu ketika, ada seorang kakek yang harus tinggal dengan anaknya. Selain itu, tinggal pula menantu, dan anak mereka yang berusia 6 tahun. Tangan orangtua ini begitu rapuh, dan sering bergerak tak menentu. Penglihatannya buram, dan cara berjalannya pun ringkih. Keluarga itu biasa makan bersama di ruang makan. Namun, sang orangtua yang pikun ini sering mengacaukan segalanya. Tangannya yang bergetar dan mata yang rabun, membuatnya susah untuk menyantap makanan. Sendok dan garpu kerap jatuh ke bawah. Saat si kakek meraih gelas, segera saja susu itu tumpah membasahi taplak.
Anak dan menantunya pun menjadi gusar. Mereka merasa direpotkan dengan semua ini. “Kita harus lakukan sesuatu, ” ujar sang suami. “Aku sudah bosan membereskan semuanya untuk pak tua ini.” Lalu, kedua suami-istri ini pun membuatkan sebuah meja kecil di sudut ruangan. Disana, sang kakek akan duduk untuk makan sendirian, saat semuanya menyantap makanan. Karena sering memecahkan piring, keduanya juga memberikan mangkuk kayu untuk si kakek.
Sering, saat keluarga itu sibuk dengan makan malam mereka, terdengar isak sedih dari sudut ruangan. Ada airmata yang tampak mengalir dari gurat keriput si kakek. Namun, kata yang keluar dari suami-istri ini selalu omelan agar ia tak menjatuhkan makanan lagi. Anak mereka yang berusia 6 tahun memandangi semua dalam diam.

Minggu, 22 Juli 2012

CANGKIR YANG CANTIK



Sepasang  kakek dan nenek pergi belanja di sebuah toko suvenir untuk mencari hadiah buat cucu mereka. Kemudian mata mereka tertuju kepada sebuah cangkir yang cantik. “Lihat  cangkir  itu,”  kata  si nenek kepada suaminya. “Kau benar, inilah cangkir tercantik yang pernah aku lihat,” ujar si kakek.
Saat  mereka  mendekati  cangkir  itu, tiba-tiba cangkir yang dimaksud berbicara “Terima  kasih  untuk  perhatiannya,  perlu  diketahui  bahwa  aku dulunya tidak cantik. Sebelum menjadi cangkir yang dikagumi, aku hanyalah seonggok  tanah liat yang  tidak  berguna.  Namun suatu hari ada seorang pengrajin dengan tangan kotor melempar aku ke sebuah roda berputar.
Kemudian ia mulai memutar-mutar aku hingga aku merasa pusing. Stop ! Stop  ! Aku berteriak,  Tetapi  orang  itu  berkata  “belum  !”  lalu ia mulai menyodok  dan meninjuku  berulang-ulang. Stop! Stop ! teriakku lagi. Tapi orang ini masih saja meninjuku,  tanpa menghiraukan teriakanku. Bahkan lebih buruk lagi ia memasukkan aku  ke  dalam  perapian.  Panas ! Panas ! Teriakku dengan keras. Stop ! Cukup ! Teriakku lagi. Tapi orang ini berkata “belum !”

Sabtu, 21 Juli 2012

WI-FI Story


 ^_^

Emmm..ingin rasanya setelah ini ta  membuka hati untuk yang lain.. namun selalu saja fakta berkata lain..hehe...karna selalu saja hidup ini penuh kejutan.. suatu waktu dan  entah kenapa ketika melihat mu perasaan ini ta mampu menyembunyikan.rasa penasaran.dan pikiran ku pun terus bertanya siapa dia..??? ko maniz ya..??hehe..dengan berjalanya waktu akhirnya aq bsa megenalmu dari pertemuan yang sama sekali tidak terfikirkan sebelumnya..dan konyol..karna awal perkenalan sama-sama salah persepsi..haha..sampai beberapa waktu hingga akhirnya...hmm.. senang hati ini mengenalmu... ^_^ hidup ini singkat dan rasa pun datang dari arah yang sama sekali ta bisa kita tebak.  dan pada awalnya memang ta sedikitpun tersirat di benaku untuk ingin miliki mu.dan bla..bla..bla...namun seiring berjlannya waktu terlihat sosok karakter yang selama ini belum pernah aq temui seperti wanita pada umumnya... walaupun sebernya masih ad juga sie sifat dia yang umum.. hehehe... :P tapi meskipun begitu kenapa aku malah tertarik..??? nyebelin iya...??? jengkelin iya..??? geje apa lagi..?? dan paling parah... hmmm.. ga bgtu nymbung di ajak ngmong.. aku kemana dia kemana.. aku nuang es dia nyiram air panas...ya begitulah hari ku bersamanya... meskipun tidak sedikit moment yang emmmm... so sweet... hehhe :D

Jumat, 20 Juli 2012

Pagi mocca ^_^

Pelan-pelan mata ini terbuka dari lelapnya tidur.hmm.. Ternyata malam sudah berakhir dan hari pun telah berganti..terlihat di jendela..langit yang masih berwarna biru gelap.serta semilir sejuk udara pagi..yang mulai menggelitik tubuh ini untuk segera bangun.. matahari  berlahan mulai menampakan cahayanya..emmm... sudah pagi...:)

Segera aku bangun,matikan lampu tidur dan buka pintu...huaaamm...rasanya harus cepet2 cuci muka dan berwudhu untuk segera mengejar waktu dan menunaikan kewajiban q sebagai hamba yang mencoba untuk baik.. hehe.. :p